Rabu, 01 Desember 2010

MEMBEDAKAN FAKTA DAN OPINI DALAM TEKS IKLAN DI SURAT KABAR

Pernahkah kamu membaca iklan? Di manakah kamu menemukan iklan tersebut? Iklan dapat kamu baca atau temukan di berbagai jenis media, baik cetak maupun elektronik. Iklan biasanya dikemas dalam bentuk yang menarik. Hal ini bertujuan untuk memikat calon pembeli terhadap produk yang diiklankan. Setidak-tidaknya, iklan dapat memancing rasa ingin tahu bagi setiap orang yang melihat atau membacanya. Ketika membaca iklan, sebenarnya kamu mencari informasi mengenai barang dan jasa. Informasi yang diperoleh melalui membaca iklan biasanya berupa fakta dari produk tersebut. Hal ini mengingat bahwa tujuan pemasang iklan adalah memperkenalkan produknya kepada calon konsumen. Bahkan, untuk menunjukkan kualitas barang dan jasanya.


1. Membedakan Fakta dan Opini dalam Teks Iklan di Surat Kabar
Pernahkah kamu membaca iklan makanan kesehatan di surat kabar? Perhatikan iklan yang dimuat di surat kabar itu. Dalam iklan itu disebutkan istilah dan kandungan gizi sebuah produk. Inilah yang disebut dengan fakta iklan. Kata-kata yang digunakan dalam iklan itu berusaha menjelaskan kualitas dan keunggulan produknya. Itulah daya tarik iklan, membuat sebuah keyakinan bagi pembacanya akan kualitas produk. Pada saat membaca iklan di surat kabar, kamu harus dapat membedakan kata atau ungkapan yang digunakan. Dalam sebuah iklan pasti digunakan ungkapan sebagai fakta dan opini.
Fakta adalah keadaan yang benar-benar ada dan dapat dibuktikan. Misalnya kandungan gizi, indikasi, istilah, dan identitas produk. Berbeda halnya dengan fakta, dalam opini digunakan katakata atau kalimat yang memancing rasa ingin tahu. Hal ini dimaksudkan agar calon konsumen atau pembeli penasaran. Dalam opini, akan kamu temukan kata-kata yang bersifat pendapat atau gagasan produsen untuk memancing konsumen.

2. Membaca Intensif Iklan di Surat Kabar
Membaca intensif berarti membaca dengan memperhatikan setiap kata atau istilah yang digunakan dalam bacaan tersebut. Seperti telah kamu ketahui, iklan ditulis dengan singkat, jelas, dan tidak menipu. Pihak produsen yang membuat iklan tidak boleh menutup-nutupi kekurangannya dan melebih-lebihkan produknya dalam menulis opini, tetapi harus menyajikan opini yang sesuai fakta pada pembaca sebagai pihak konsumen.
Sekarang, coba kamu pahami iklan dari sebuah majalah di samping! Dalam menentukan opini berdasarkan iklan, kamu harus membuktikan dengan fakta yang mendukung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar